Commemorating God’s faithfulness in Student Ministry

Jam menunjukkan 8.44 pm pada tanggal 24 September 2008. 3 hours and 15 minutes to go before the next day comes. A day similar to any other day, but yet it is still a special day and a day which will set a milestone towards this ministry. Pikiranku kembali melayang mengingat kembali kesetiaan Tuhan dalam pelayanan yang dia pasrahkan ke orang-orang yang dipasrahkan visi itu. Membayangkan 10 tahun yang lalu, usaha melayani mahasiswa Indonesia dimulai.

Weaving threads of blessings and memory

It started with two Indonesians. Now, currently we are cultivating over 250 Indonesian students in five campuses, with numerous graduates working in various fields. On the first fellowship, there were around 15 students. Now, we are having more than 100 students in NTU only. Orang-orang datang dan pergi, mahasiswa, associate staff worker ataupun staff worker alike. After all, this is a dynamic movement. But God provides those who He calls to work in His field. One of the two may be not with us anymore now, and the other will one day go. Tetapi visi yang sudah Tuhan serahkan kepada mereka, tertanam dalam orang-orang yang nantinya akan melanjutkan pelayanan ini.

Visi yang mulanya masih belum terlalu terbentuk dalam kalimat yang baku, lalu berkembang dan muncul kata-kata seperti ”tinggi iman, tinggi ilmu, tinggi pengabdian” dan diikuti dengan kata ”bagi kemuliaan Allah secara global” dilanjutkan dengan penyederhanaan kalimat-kalimat tersebut menjadi kalimat visi yang kita kenal saat ini. Visi itu terus digumulkan, terus ditantang dan terus diteguhkan sesuai dengan perkembangan jaman dan trend di dunia pelayanan mahasiswa- and yet, we find that it is indeed still relevant after ten years. Menumbuhkembangkan pemimpin-pemimpin yang serupa dengan Kristus yang berperan strategis di tengah kampus, gereja, masyarakat, bangsa dan Negara bagi kemuliaan Allah. Yea, it is still relevant.

Student leaders come and go. Ten executive committees’ and sub committees’ sweats and tears marked the pathways that we thread together as a fellowship. Bermacam-macam orang telah menjalankan pelayanan ini dan lulus. Beberapa masih ada di kampus baik sebagai mahasiswa ataupun postgraduates, dan beberapa masih sedang menjalankan persekutuan ini. Gejolak-gejolak dan kebahagiaan silih berganti mewarnai perjalanan ISCF di NTU, dan tentu saja FESIM.

Terbayang saat-saat dimana kita bisa menjalankan prinsip interdenominasi kita, terbayang saat-saat prinsip itu ngga bisa kita jalankan. Teringat belasan jam yang dispend setiap tahunnya untuk menentukan arah pelayanan untuk setaun kedepan sampai muncul anggapan bahwa kita ’gali lubang tutup lubang’. Terngiang saat-saat indah, tawa canda dan kenangan manis yang terasa pada saat bersekutu. Bersedih dan malu mengingat kesalahan-kesalahan yang dilakukan dan diulang oleh beberapa orang. Bersyukur, melihat orang dibawa kembali kepada Tuhan dan bertumbuh menjadi pemimpin yang serupa dengan Kristus.

Sepuluh adalah angka yang patut disyukuri dan diperingati. Sepuluh bisa juga menjadi tidak punya arti bagi orang-orang yang tidak mensyukurinya. Berartikah sepuluh itu buat teman-teman? Apakah arti sepuluh itu bagi teman-teman? Ataukah kita sudah menjadi ignorant untuk bahkan memikirkan bahwa sepuluh ini berdiri berdasarkan visi Tuhan?

Are we taking it for granted?

Kejatuhan visi bukan terjadi pada saat yang menjalankan jatuh. Kejatuhan visi terjadi pada saat orang yang menjalankan visi itu kehilangan visi itu sendiri. Persekutuan dan KTB menjadi tanpa arti kalau dijalankan tidak dengan visi dan tujuan. Misi tidak akan terwujud tanpa orang yang rindu untuk mengejar visi itu dan berkorban bagi pencapaian visi tersebut. Kegiatan dan program tak lebihnya adalah alat untuk mencapai visi itu. Tapi pertanyaannya, seberapa pentingkah visi itu bagi kita? Sudahkah kita menghidupinya? Are we living it, or just take it for granted?

Kegiatan dan program eventually akn jadi tradisi. Pertanyaannya, tepatkah itu dijalankan pada konteksnya? Or is it the system that is obstructing us to achieve that vision? Let us look back and think. Think. Seberapa dari kita benar-benar berpikir? Seberapa dari kita yang benar-benar mengalokasikan pikiran kita ditempat yang benar? Ataukah kita tidak berpikir sama sekali? Ataukah lebih parah lagi, kita berkata bahwa kita berpikir tetapi sebenarnya sama sekali tidak?

Teman-teman, apakah saat ini kita sedang menjalankan visi itu? Ataukah persekutuan yang tanpa arah yang sebenarnya kita jalankan? CF didemote dari tier 2 ke tier 3 ECA karena ”Tidak mempunyai impact terhadap kehidupan kampus” dan “Kegiatannya hanya bersifat internal”. Are we doing what Christ-like leaders do? Or are we using “menumbuhkembangkan pemimpin-pemimpin yang..” untuk bersembunyi di persekutuan dan KTB-KTB kita, ‘mengembangkan’ diri tetapi menghindar dari kewajiban misi kita?

Apakah kita sedang menjalani visi itu, ataukah kita sedang berbohong pada diri kita sendiri bahwa kita sedang menjalankan visi itu, padahal kita hanya berkutat pada kegiatan-kegiatan yang comfortable bagi kita? Bahkan saat kita sudah lulus, apakah kita udah benar-benar menjadi perwujudan visi itu? Ataukah kita malah hilang dimakan dunia?...

Mungkin... Mungkin.. Sepuluh adalah saat yang tepat untuk berefleksi.

Mengingat sepuluh, menjalani sepuluh dan memandang sepuluh

Kita sudah mengingat sepuluh tahun yang lalu, dan memikirkan sepuluh yang sedang kita pijak sekarang. Saatnya kita menjalani sepuluh yang sedang kita pijak dan memandang sepuluh yang akan datang. We need to reflect about this vision, this fellowship, and our life. We need to act, move accordingly, work with perseverance, and prepare hearts to do sacrifices to pursue that vision. Jika kita melihat ada yang harus dibenahi, bicaralah dan benahilah. Jika kita melihat bahwa visi itu tidak lagi dijalankan dengan semestinya, perbaikilah. Don’t take it for granted, be dynamic.

However, we must not forget to pray for guidance. We must pray before, when, and after we take actions and ask God to work in our life. After all, this is His vision, which means that He is the primary player, and we are here to do His will.

Teman-teman, sepuluh tahun sudah berjalan dan sekarang kita akan memperingatinya. Personally, saya bersyukur sepuluh tahun yang lalu Tuhan menempatkan kerinduan di hati orang-orang yang dipanggilnya. I will be a very different person from what I am now if not because of ISCF. That is one of the reasons why I think that ISCF is needed in student ministry. Student reaching students are ideal in university, and I’m looking forward to the next ten years of ISCF.

But for now, I just want to say.. Happy 10th Anniversary to you dear ISCF, and praise the Lord for His faithfulness in student ministry. Amen.

Narcist? No.. Just... Share =P

Monday morning was a holiday in NTU- Abed asked us to come to ADM to take photograph, since some of my friends wanted to run for maincomm, hence he have an idea of having a photo sessions for other people who's interested as well.. Here's his shot on me (do I look chubby?)


On Uncle Heng and being a PKTB

Hi again...

This semester I'm taking one subject that EEE student most afraid of- not because it's hard, but because the project is time consuming and out-of-your-mind task. Meet Human Resource Management (HRM). I've heard that the teacher checks your project report, and ask you to redo if there's an error even though it's one week before exam.... Meet the one and only.. Mr. Michael Heng Swee Hai...

Two Lectures have been done, and so far, I am impressed with his skills, but terrified by his tutorials.. They ask us to do a cold connection with a senior manager of one company, interview him/her, ask them who's their competitor (at least 3) and contact their respective senior manager and ask whether they think the first company is their competitor or just another company- along with other questions...

The first lecture Mr. Michael said to us: "I'm not here to put knowledge into your head-I'm here to make you die"..... Ooookay.... Last year when I went to his lecture (sneaking would be more accurate word) he said to the fourth years: "Don't use your FYP (tugas akhir in Indonesian) as a reason not to do your HRM Project! I have told all your FYP supervisor that your FYP will be stalled because of HRM!!!"..... Oooooooookaaayyy.... Back then I instantly go out of the lecture theater since I was too terrified. But now, there's no running from it I'm afraid =__=

My project group are chosen by him, consisting of five people: Me, one Singaporean and three people from PRC. I just hope that we can work together well enough... The group leader will be the one with their name first in the list, and the list is sorted in alphabetical order. And guess what? I'm that 'lucky' guy! And there I thought that 'K' is the 11-th letter in our ABC...

Still, from the two lectures I attended.. I have to admit that I will learn a lot of things from this subject. I learned something already in fact!

Next is being PKTB... Ah... Time does fly.. I thought it was only yesterday when Cipto asked me whether I want to join his KTB or not. And from there one journey full of blessings began.. Now, it is my turn to do the asking and teaching. I have to admit, I struggled with myself, whether I am suitable on doing it. Sure, I was once the chairman of ISCF, sure I talked a lot, sure I don't have problems with study.. But is my behaviour befittting of one to be a Christian molder? After all, I'm also a work in progress, and somehow I count myself as slow progressing work...

But then Psalms 23:4 said to me that:
"Yea, though I walk through the valley of the shadow of death, I will fear no evil: for thou art with me; thy rod and thy staff they comfort me"

It was then I realized, it's not about worthy or not worthy-- no one is worthy. But even though God knew it, he chooses us anyway, cause He will be the one leading our way. Thy rod and thy staff, the one that will give me discipline and lessons will be the one that comfort me indeed.

Please pray for me that I can be a good PKTB, and that I can do my best in my HRM...


New Semester, New Room, New Blessing!


Last time I posted in this blog was one and a half month ago,  a few days before I went home.. ah.. Yea.. And now it's already August. PINTU Get Together Day is going on and the freshies are coming in. Next batch of ISCF people are going to come and I'm still praying for my preparation to be a PKTB.. Final year is coming, HRM is attacking, FYP is in the progress. The wheel of life is spinning on fifth gear again after one and a half month of holiday..

I'm moving to a new room now, my new address is at NTU Hall of Residence 3, 3E-03-09. Got a new roomate too =). For my first post.. I'll show you how my new room looks like ^^

This is my bed.. The matress is the same, bought a new cover and blanket. On the left hand side is Cinthya's stuffs. She still hasn't got a room yet so I'm storing her stuff for a while until she got a room. It's pretty comfortable sleeping here (especially when the air-con is on ^^)

Next to the bed is a pair of shelves, this is one of the main reason I choose this room: There's a lot of shelves here! I got a lot of books so I need to be able to store them. The upper one is all my Christianity books, Bible, and handouts from ISCF. The lower one is where I put my fluffy and luffy ^^

There you go.. another set of shelves. 14 in total, hence one occupants will take 7 each. I used the shelves to store my stuffs.. From right to left, top to bottom order is: Cleaning and medicine; Project and IMO documents; EEE Textbooks; Kitchen utensils; Novel, mangas and electronics, CD's and DVD's; lastly, Lecture notes, tutorials stuff and research papers. On top of it is the pile of boxes I used when I'm moving out..

All this shelf made me feel... shelf-ish? haha..

Below it is my study table. This is the second reason why I like this room. It's soo wide! I can spread all the stuff and papers that I need when I'm studying, and I still have some spaces afterwards. Three drawers are below the tables, mostly to keep important stuffs that I use often. On the right of my chair is the same old fridge I used from my 2nd year..

The other side of the room is a lot of windows. This is level three, so it's quite high, and the best part is that this room is not dusty.. I love my last room but it's simply too dusty for a person who don't really sweep the floor often like me.. Guess that's reason number three..

And this.. is reason number four... Air-con! haha

the downfall is... it's S$200 per month.. S$30 more than last year, and it's before air-con and fridge.. but hey.. that's still a lot cheaper than outside.. Outside is... a scary place.. Like what Michael Heng said... Who's Michael Heng? well.. my friends, that's another story.. All I can say is that he's EEE final year student most frightening enemy..

Guess that's all.. expect me posting few stuffs every now and then. I'm back to business!

~Let there be light!~

Kristo's Christian Song Book 1

Another one of my favourite song, I first heard this song in a Prayer Meeting of my campus fellowship on my freshmen years, only once and never heard them afterwards until yesterday my friend posted it on my mailing list. Even though I only hear this song once, but I always remember how this song has been a blessing to me and how I am touched by His grace.

Soli Deo Gloria!

Trust his heart
Cynthya Clawson

all things work for our good
though sometimes we can't see how they could
struggles that break our hearts in two
sometimes blind us to the truth
our Father knows what's best for us
His ways are not our own
so when your pathway grows dim
and you just can't see Him
remember you're never alone

God is too wise, to be mistaken
God is too good, to be unkind
so when you don't understand...
when you don't see His plan...
when you can't trace His hand...
Trust His Heart

He sees the masterplan
He holds the future in His hands
so don't live as those who have no hope
all our hope is found in Him
we see the present clearly
but He sees the first and the last
and like a tapestry He's weaving you and me
to someday be just like Him

God is too wise, to be mistaken
God is too good, to be unkind
so when you don't understand...
when you don't see His plan...
when you can't trace His hand...
Trust His Heart

He alone is faithful and true
He alone knows what is best for you

so when you don't understand...
when you don't see His plan...
when you can't trace His hand...
Trust His Heart!

Sharing His Blessings 1 - Thankful for a fruitful and blessed year!

Yah daripada judulnya kaga jelas mulai sekarang klo ada sharing-sharing dikasi judul "Sharing His Blessings" deh... haha... not a bad idea also I think? =D

Anyway, with this all my 3rd year things have been finished. I finished my URECA project half an hour ago, with (praise the Lord) successful result where my robot successfully detected the ball and react when it is near ^^~. I was really delighted with the result that I nearly cried huhu... And belive it or not, I spent 40 hours in 6 days to do this and the paper wew.... haha... so I guess when we have the spirit to do it, and God gave the strength, we really can move mountains... Thank you Lord..

On to IA, I haven't had the time to write about it like what I promised before... but to sum things up, I am really thankful to Him, because he let me come and work with SIMTech, with such a nice supervisor, and supportive colleagues.. It was a joyful 22 weeks (okay... maybe minus 1 day when I was executed by the crowd when i did my presentation.. another story for another time.. haha) indeed and if the project was on computer vision I migt just take FYP with them haha.. pity it is not on that topic... But I really learned a lot..

I will not say anything about my ministry in ISCF.. I have shared about it some time ago in this post..

I also found myself blessed to have been involved in the ministry inside Chen Li Presbyterian Church.. God gave me a opportunity to do mission trip with them this coming July (pray for me ok?) and I am waiting for it eagerly... (But still haven't finished preparing the training module for the ppl there..)

Even though a lot has happened in this one year, and difficulties always arises, I still see the rainbow of His love, in the silver lining of all things that happened in my life.. Thank you Lord...

So to end this sharing 1, I present to you... Robonova-1 "Soni"

Last day of Industrial Attachment

Today is my last day of Industrial Attachment

I will really miss working here.. Will miss Mr. Huang Sheng supervision and friendship... =)
Will miss the pay day every 1st of the month hahahaha.... next year there will be no URECA and IA so no income.. huhuhu... start tuition maybe? =P

Anyway... today I will be presenting my project to the whole group along with 3 others, one of them is Ian Kamajaya.. So... After presentation, no more Industrial Attachment

Want to say thanks to God for this valuable experience... He is great. And it has been a fruitful 22 weeks.. haha.. getting melancholic again...

So... I'll tell you story about my IA on other post... for now.. presentation is waiting ^^

But one thing that I learned is that He provides and give us peace in our minds in His time. So like the song, 'Still' that I want to share with you in this occasion.. (I'll post it in an additional post later) Let us be still cause we know that He is God.

~Words and Music by Reuben Morgan~

Hide me now
Under your wings
Cover me
within your mighty hand

When the oceans rise and thunders roar
I will soar with you above the storm
Father you are king over the flood
I will be still and know you are God

Find rest my soul
In Christ alone
Know his power
In quietness and trust

When the oceans rise and thunders roar
I will soar with you above the storm
Father you are king over the flood
I will be still and know you are God


Praise the Lord!

Juventus Summer Signings

ah.... Summer Break for Serie A...

Juve finished at 3rd position.. I won't be satisfied coz if only the managed to show consistency when fighting small clubs then we would have won the scudetto.. but at least we never lose when fighting milan, juve and most importanly inter... winning in their home was a priceless delight for all juventini haha

So.. as summer begins, then the summer signings starts..

First... Albin Ekdal

18 year old Swedish, played with IF Brommapojkarna said to have a big talent but some poeple said that he is a mediocre player.. well.. let's just wait and see lah ah? most likely this attacking midfielder will be loaned out for a while.. hope that he will not end up like Miccoli...Anyway, this is not a new news actually.. he already signed a contract with Juve since last year, but officially his contract starts this May since Juventus want their player to finish their school first.. anyway.. goodluck ekdal...

Now to the second guy... Olof Mellberg

ah... another swede.. fullname Erik Olof Mellberg, played for Aston Villa last season and signed on a free transfer (Bosman ruling) to Juventus. At the age of 30, i don't really think this will be such a great signing like Fabio Cannavaro 4 years ago, but I think it's good enough to fill the gap.. But no hard feelings for him, i prefer Juve buy someone more reliable and well known.. Anyway I think he will be playing alongside Chiellini next season in the centre of the defense, or maybe on the right to ease the burden of Salihamidzic (and let's hope that he's better than Zebina). Well all things said and done, welcome Olof.

Now the on to the most recent signings, the one who took so much time to finish the deal and with all that drama and controversy... Amauri

Full name Amauri Carvalho de Oliveira. Joining from Palermo at the cost of 15M Euro, plus Nocerino and part of Lanzafame (Urgh... that's too expensive... Nocerinooooo....). Scored two goals when Palermo beat Juve 3-2 and he really showed us what kind of striker he is.. the hard way. At 27 years old, I hope that this transfer is really worth every penny (and every player). Let's see how he can get in with Del Piero and Trezegol around.. that's gonna be a fierce competition up front.. not to mention we still got Palladino and Iaquinta.. I wonder how Giovinco will fit in next year tactics... Anyway.. Amauri, you better be giving us lots of goals.. and Champions League if you can. Haha..

That's all for the confirmed signings (for now)

For the gossiped transfer.. there's Xabi Alonso. This one I really hoped that he came to Juve. Even though he's not a creative midfielder, seeing how Ranieri make his tactics, I don't think that we will have any other creative midfielder for the time being.. but he's a smart midfielder, connecting back and front quite well, hard working, nice passing and who can forget how he almost scored a long range screamer againts us when they kick us out from Champions Leage 3 years ago? Thank God there was a superb save from Buffon that time.. For a fee of 15M Euro, i think this guy will be a perfect replacement for the aging Zanetti.. well, Zanetti is not half bad, but he got an offer from Bayern haha..

Another rumored player is Harry Kewell but i don't really agree with the director on this one.. injury prone, 29 years old and not really proves himself to be a champions. We have Palladino, a lot better than him.. so bye Kewell.. I hope.. (anyway i wonder why we are connected with a lot of Liverpool players... haha.. Why there's no rumor with Steven Gerrard? =P yea right..)

Now... a shocking news is that Barcelona want to buy Trezegol, and Juve said that they would be willing to sell him if Barca agreed to pay 25M Euro.. Ooookaayyy.... Zidane sell out all over again? well on this matter I would say I'm neutral.. we have a lot of stiker already and Trez is 30 years old.. I say I'll leave it to Trez to decide, if he wants to leave, I'll say thanks to him for a wonderful 8 years full of goal. But if he stays, I say I'm also happy since 41 goals in Serie A between him and Del Piero is superb.

But if he want to go, for 25M Euro, we can get David Villa which today I read that Valencia is willing to sell him for 17M haha... that's news! =P anyway.. I still think we need a Central Defender.. hmmmm... let's wait and see.. for the meantime, I'll follow the market closely..

Let's not forget that we will have Paolo de Ceglie and seemingly the next Juventus number 10, Sebastian Giovinco coming back from loan.. And hopefully Domenico Criscito also find his form and came back to us eventually... The future of italian football. I'll say Giovinco will make Nedved give room.. I have high hopes for him.. ^^

Forza Juve!

P.S. I will go back to Indonesia on 14th of June.. yay! =)


This is a reflection that I prepared for a Prayer Meeting of ISCF tonight.. hope that no one check my blog before this night so that they don't get a spoiler haha...


Satu tahun pelayanan udah kita lewati dan kita sekarang sedang mencari orang-orang yang akan memegang roda pelayanan ini di tahun yang akan datang. Even as I speak, ada dari teman-teman yang sedang atau sudah menggumulkan untuk menjadi seorang exco, ataupun maincom club, ataupun subcomm. Saya mengajak teman-teman sekalian untuk memikirkan apapun pelayanan dan aktivitas yang sedang teman-teman pikirkan untuk ambil di tahun depan dengan sungguh-sungguh, dan menemukan kehendak Tuhan.

Renungan hari ini akan membahas tentang pelayanan, kenapa kita melayani, apa yang membuat kita harus melayani. Bagaimana menemukannya dan apa yang harus kita lakukan.

Kita harus melayani

Tuhan Yesus sendiri melayani. Kita sedang berusaha untuk mencapai “Christ-likeness” jadi kenapa kita menghindari pelayanan? Ingatkah saat Tuhan Yesus selesai membasuh kaki murid-murid-Nya Ia berkata:

Yohanes 13:14

“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pin wajib saling membasuh kakimu”

Rasul Paulus berkata di suratnya kepada jemaat di Filipi tentang pandangannya terhadap hidup dan pelayanan, ini adalah ayat hapalan kita di KTB, yang mungkin teman-teman semua sudah hapal:

Filipi 1:21-22

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu”

Jadi apabila kita hidup, berarti Tuhan menginginkan kita untuk melakukan sesuatu, memberikan buah, mempersembahkan hidup kita untuk Kristus, bukan tanpa tujuan. Pelayanan adalah hal yang seharusnya terintegrasi dalam kehidupan kita

Segala hal yang kita kerjakan adalah pelayanan

Ironisnya terkadang-kadang kita memisah-misahkan aktivitas kita berdasarkan ‘religius’ dan ‘sekuleritas’-nya. Saat kita mendengar kata ‘pelayanan’ yang kita baayangkan adalah menjadi pengurus persekutuan mahasiswa, jadi pendeta, pergi mission trip, guru sekolah minggu, liturgis, usher, pemusik, dll.

Sebaliknya saat kita melihat teman-teman yang aktif di tempat-tempat yang ‘bukan Kristen’ dan minim keikutsertaan dalam gereja/persekutuan sebagai orang-orang yang tidak melakukan pelayanan. Hati-hati teman. Keikutsertaan dan bersekutu mungkin memang kurang, dan tentu saja kita harus dukung mereka supaya bisa terus bertumbuh di gereja dan persekutuan. Tetapi bukan berarti mereka tidak melayani dalam misi Allah secara utuh.

Kolose 3:17

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada, Allah Bapa kita”

Kolose 3:23

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”

Saat kita mempersembahkan segala yang kita lakukan untuk kemuliaan Allah, bukankah itu adalah pelayanan? Kita memenuhi mandat budaya dari the Great Commission, dan itu adalah pelayanan terhadap orang-orang disekitar kita. Jadi apa gunanya kita membagi-bagi tadi? Kalau memang dia dipanggil untuk berkarya di tempat yang ‘sekuler’ bukankah seharusnya kita malah mendoakan mereka?

Tetapi bukan berarti kalau mereka bekerja di tempat yang bukan ‘religius’ mereka langsung melayani. Kalau hati yang mendasari keputusan untuk berkarya disana bukanlah untuk melayani, maka itu bukanlah pelayanan. Sama halnya dengan orang-orang yang ‘melayani’ di tempat2 ‘Kristiani’. It’s not a matter of where, but how your heart sees it, the underlying motivation.

Pelayanan apa yang harus kita ambil

Efesus 2:10

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”

Ingat ayat ini? Harusnya teman-teman sudah hapal luar kepala, kalau belum, hapalkan. You will be amazed to know how powerful Ephesians 2:8-10 is. Well, that’s out of the topic. Ayat ini mengatakan bahwa Tuhan sudah mempersiapkan suatu pekerjaan baik untuk kita lakukan. Dia mau supaya kita hidup di dalam pekerjaan baik itu. Tuhan sudah memberikan dan menanamkan kerinduan dan panggilan untuk melayani itu di dalam diri setiap dari kita.

1 Petrus 4:10

“Layanilah seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah”

Karunia yang kita punya juga adalah hal yang Allah persiapkan untuk pelayanan kita di dunia ini. Bagaimanapun juga Allah selalu melengkapi orang-orang yang dipanggil-Nya. Karunia itu bukan harus berupa sebuah bakat. Karunia itu bisa juga berbentuk kerinduan, atau dorongan dari orang-orang disekitar kita, ataupun pengalaman hidup kita. Kita mengurus karunia itu (ingat perumpamaan talenta?) dengan menggunakannya untuk kemuliaan Allah.

Bagaimana menemukannya dan bagaimana bila tidak sesuai dengan diri kita

It comes down to the hard part. How can we find our calling?

Pray. That’s the basic one.

Berdoa minta pimpinan Tuhan dalam mencari panggilanNya dalam hidup teman-teman, lalu ambil saat tenang untuk memikirkan apa yang Tuhan inginkan teman-teman lakukan, berdasarkan apa yang teman-teman kenal terhadap diri teman-teman.

Selain konsiderasi pribadi, kita juga harus melihat, Tuhan memanggil apa sih dalam komunitas teman-teman, ‘gereja’ (secara umat, bukan denominational) Tuhan sedang dipanggil Tuhan untuk melakukan apa? Bagaimana teman-teman mendukung pekerjaan itu? Apa dampaknya terhadap Amanat Agung-Nya, dan apakah teman-teman mengerjakan itu?

Kita juga harus bisa peka terhadap kondisi di sekitar kita, kita harus bisa melihat kebutuhan orang-orang dan kerinduan Tuhan untuk menyelamatkan mereka.

It will not be an easy task, but we have to try to grasp, the works that God have prepare us to do.

And most of the time, we don’t like it. Tapi kita harus tetap mengerjakannya dengan hati yang penuh ucapan syukur. Panggilan Allah tidak selalu harus yang kita inginkan. It is never about us. It never was, never is and never will. It is always about Him, and His words, and His will. Dan saat-saat seperti inilah, teman-teman harus meninjau hati masing-masing, dan bersandar kepadaNya, meminta Dia untuk memberikan hati yang setia, hati yang seperti hamba, yang mau taat untuk menjalankan perintahNya.

Sikap yang benar dalam melayani

These passage talks by itself. It is never about us. It is about Him. Let us glorify the Lord.

Mazmur 127:1-2

“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah,
sia-sialah usaha orang yang membangunnya;
jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota,
sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,
dan duduk-duduk sampai jauh malam,
dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah –
sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur”

1 Korintus 10:12

“Sebab itu siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya Ia jangan jatuh!”

So many things to do... And yet, no motivation to do it..

I'm going to finish my Industrial Attachment in 9 days time (7 working days). But to tell you the truth, I have nothing to do now. All I did these days are creating a GUI (which was my initiative, since my supervisor doesn't really need), sitting in front of my office's PC, browsing for football news (Mourinho confirmed for Inter by the way..), eating and drinking medicine (I am having a flu now.. It have been worse last week) and slacking... Not that I can help it, since I really don't have anything to work on.. But I was very, very concerned about it because this slacking mood spreads to my life after office too, which is not good considering the difference between the things to do list of the two...

Up until now I still have:

  • Piles of books to finish (our heritage, my soul thirst, tan tee khoon's book, Wayne Grudem's book, 2 PKTB preparation books, and i think there are some more books that i already forgot that they are waiting to be read -___-')
  • Prepare for this Friday's Prayer Meeting short discussion on Ministry
  • Looking for new Exco for next year ISCF (and things has not been doing well)
  • My URECA is neglected.. to be honest I lost my appettite on the RN-1 by now =___=
  • I have to read a FYP report for me to start FYP, and yet I haven't contacted Mr. Chua Chin Seng for starting to discuss when to start the FYP
  • Items that my parents and girlfriend ask me to bring from here
  • Confirming my ticket to Jogja (and yes.. i was that lazy..)
Seeing those comprehensive lists and comparing what I have done so far I can only say...

"Not good...."

Am I busy? not really actually.. Some those things are not urgent, even though some are very urgent.. But I can always do some things in later time..

But that's what I'm struggling with... "The power of procrastination" -_____-"

Anyway.. I got to start doing something now... Maybe I'll start drafting some thoughts for this Friday's Prayer Meeting and finish reading our heritage...

God.. give me strength to work more efficiently...

Kristo's Indonesian Song Book 1

This is one of my favourite song of all times. Sung by Ruth Sahanaya and Katon Bagaskara, telling a beautiful story of friendship, that nurture and encourage each other

Usah Kau Lara Sendiri
Katon Bagaskara & Ruth Sahanaya

Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat, bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu
dan tegar dirimu

Di depan sana cah'ya kecil tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan

Sekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan?
satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh

Kudatang sahabat, bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu
dan tegar dirimu

Di depan sana cah'ya kecil tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu
dan tegar dirimu

Di depan sana cah'ya kecil tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan

tak hilang arah kita berjalan

Praise the Lord for the year!

Yes! Praise the Lord for the year indeed! One year of ministry in NTU ISCF has been finished and now is the time for the next generation to take the steering wheel for NTU ISCF. It has been a fruitful and blessed year. "Pelajar Kristen, berintegritas dan bersaksi dalam kehidupan sehari-hari" (Christian students, living with integrity and witnessing in everyday life) was the goal of last year, and it has been a very great journey with Him on the pilot deck.

Thanks to all my Excos teammate.. Jefri, Adhi, Maria, Ratna, Marlene, Goliath, Martin, Yonathan, Cinthya, Gunadi, Septian, Abednego, Arifin and Marvin.. You guys taught me what it meant to be a leader and a friend, sharing life and praying for each other.. Thank you to all subcommers and camp committee, cause it won't be as great if we don't have you.. Thank you to Ci Dian and Kak Pet, for all guidance and help they gave us.. Thank you to Martin (old one) and Cipto for their suggestion and prayer.. and special thanks to Dee, for she always encourages me whenever I feel weak and always stand by my side.. Thank you all.. And most importantly thank you God!

Let us pray that ISCF next year will still be better, let's pray that we can be salt and light to the campus and spread the word of God to those who haven't heard them, because His word is power. A power which shows truth. not just a truth but the truth, the truth that sets us free.

Goodluck to Arifin and Maria.. Our prayeers are always with you. And God is always watching our every steps, making sure that we will always walk in His path.

Soli Deo Gloria!

and Let there be light for everyone in the campus!

Maafkan karenaku menelantarkanmu....

maafkanlah diriku karena telah menelantarkanmu
ditengah kesibukan-kesibukanku
meniadakan aktifitas diantara kita selama hampir satu bulan..

maaf disampaikan kepada blogku.. yang karena kegendutanku ngga terurus selama satu bulan


kepada pembaca yang kadang-kadang datang... mohon bersabar sampai minggu depan? (hopefully =P)

For now let's celebrate Juventus return to Champions League and Del Piero's capocannoniere!

Forza Juve! Forza Alex!

Ester 1:1-22 – God’s calling

A point pondered on the daily experience with God:
Ester 1:1-22 – God’s calling

Ahasyweros (Xerxes di versi NIV, Greek translation of the Persian name Khshayarshan, son of Darius. Pernah nonton film 300 kan? ya itu.. yang pake gelang dan tindik seabreg-abreg.. see the photo..) adalah seorang raja yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia (ay.1). That should be a considerable size for a kingdom (Indonesia aja 34 propinsi.. klo ngga salah ya.. haha..). Dia sedang mengadakan pesta besar, menunjukkan kemuliaan kerajaannya dan mengadakan perjamuan bagi seluruh rakyatnya dari orang besar sampai orang kecil di benteng Susan. Ratunya, Wasti (Queen Vashti – NIV) juga mengadaka pesta yang sama bagi semua perempuan di istana Ahasyweros.

Pada hari terakhir pesta, sang raja memerintahkan ratu untuk datang dan menghadap kepada raja, supaya dia bisa menunjukkan betapa cantiknya ratunya tersebut. However, surprisingly the queen refused to come, under an unknown reason (ay. 12). Sang raja marah. Dia memanggil ketujuh advisor tertingginya (yang dikatakan orang tertinggi di kerajaannya dan yang boleh memandang wajah raja – ay. 14, showing how angered he is) untuk menghadapi kejadian ini.

Penasihat-penasihat (or rather, one of his advisors) itu memberikan sarannya, mengatakan bahwa raja sebaiknya menurunkan ratu dari tahtanya, supaya perempuan tidak meniru sang ratu dan membelot terhadap suaminya, dan memberikan posisi ratu kepada orang yang lebih pantas (ay.15-20) dan memberitakannya kepada seluruh daerah.

Dan raja melakukan itu (ay. 21-22)

It’s not a strange decision actually. For a king at that time, surely that piece of advice was a very good advice, to show how sovereign he is over his kingdom. If a king who can’t even take care of his own family, why can he take care of his country?

Tapi saya melihat cerita ini dari satu sisi yang berbeda saat saya merenungkan bacaan ini.

Ahasyweros adalah seorang raja yang besar. Tuhan kita jauh lebih besar dan mulia.

Anak-anak Allah sering di katakan sebagai pengantin wanita, well.. the analogy seems fit enough to me..

Ahasyweros memanggil ratunya untuk menunjukkan kemuliaan raja (lewat kecantikan ratu). Allah memanggil dan menciptakan kita untuk memancarkan kemuliaan-Nya!

When I think about it.. It just came unto my mind. You may call it a wild illustration if you wanted, but it is interesting enough that it made me wanted to write something about it.

Tuhan memanggil dan memilih kita menjadi anak-anak-Nya (Ef 1:5) untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya (Ef 2:10). Kita diperintahkan untuk menjadi garam dan terang dunia (Mat 5:13-16) dan menjalankan misi, yang terlihat lewat Amanat Agung-Nya (Mat 28:18-20). Tiap-tiap orang memiliki panggilan masing-masing, dan sangat menarik jika kita melihat jemaat mula-mula bukanlah orang-orang yang sangat outstanding, tetapi orang-orang biasa yang dipimpin oleh Roh Kudus, untuk mengerjakan bagian mereka.

Kita mempunyai panggilan kita masing-masing, meskipun kita terkadang belum bisa melihat itu. Kita terus struggle dalam menemukan visi hidup kita (apalagi pasangan hidup =P.. becanda.. BTT..) dan kita bingung, lalu bertanya: “Tuhan, sebenarnya kemanakah Engkau menghendaki aku pergi?”. Tapi satu hal yang jelas adalah, panggilan itu selalu tidak pernah lari dari Amanat Agung-Nya, untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya.

Buat yang sudah menemukan panggilan tersebut: Sudahkah kita taat akan panggilan Allah? Apakah yang saya lakukan itu menjalankan Amanat Agung-Nya? Sudahkah saya terus mempertajam visi itu dan mengerjarnya dengan mati-matian?

Buat yang belum: Panggilan apa yang Tuhan berikan kepada saya? Bidang apa yang saya pikirkan Tuhan memanggil saya? Apakah Tuhan benar-benar memanggil saya kesana? Visi Tuhan, ataukah ambisi pribadi? Apa hubungannya dengan Amanat Agung-Nya?

Satu hal yang saya tahu, Tuhan punya rencana untuk kita semua, meskipun rencana itu bukan rencana yang kita sukai. Tapi kita percaya, apapun yang terjadi, Tuhan itu baik. Dia menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya (Pkh 3:11). Maka satu-satunya jawaban yang harusnya kita berikan kepada Dia saat Dia memanggil kita adalah : Ya!

Pekerjaan Tuhan tidak pernah tergantung kepada kita. Dia memang memanggil kita untuk melayani-Nya, tapi sekalipun kita gagal atau tidak melihat itu, pekerjaan dan kehendakNya tetap tercapai. Masalahnya adalah, apakah kita cukup peka dan mematuhiNya?

Jangan sampai kita mendapati bahwa kita ternyata menolak panggilan Allah. Seperti ratu Wasti, stripped of from her royal position, and having her queen position given to other people that is better than her, and willing to accept the call.

Soli Deo Gloria

Sebuah Pemikiran dan Peninjauan Terhadap Tujuan Tahunan

This is another article that i wrote in conjunction with the upcoming NTU ISCF AGM 2008 this 3rd May 2008.. Buat yang tertarik untuk membaca, silahkan membaca.. buat yang belum tahu gimana sistem di ISCF-NTU, ya secara simple sih kita punya pernyataan visi yang mendasari organisasi kita (lihat signifikansi visi mahasiswa). Dan untuk membantu mecapai itu, setiap tahunnya kita merumuskan satu tujuan tahunan sebagai fokus untuk mencapai visi itu. =)


Sebuah Pemikiran dan Peninjauan Terhadap Tujuan Tahunan

Masih ingatkah teman-teman tentang tujuan tahunan kita tahun ini?

“Pelajar Kristen, yang berintegritas dan bersaksi dalam kehidupan sehari-hari”


Itu adalah tujuan tahunan kita. Kita ingin belajar lebih lanjut dan menjadikan hidup kita sebagai seorang pelajar Kristen di NTU ini menjadi kesaksian yang hidup untuk orang-orang yang ada disekitar kita.

Pertanyaannya sudahkah kita menjalankan tujuan tahunan ini?

Ketua dan Sekretaris Jenderal terpilih adalah orang-orang yang dipercaya untuk menjalankan mandat dari AGM untuk mengejar visi lewat tujuan tahunan ini. Executive Committee (Exco) adalah tim yang dibentuk dengan mindset untuk menjaga keberlangsungan ISCF, menjadi penata pelayanan, dan menjadi orang-orang yang membantu mewujudkan visi ISCF lewat tujuan tahunan yang dimandatkan oleh AGM.

Tetapi tanggung jawab pengejaran visi dan tujuan tahunan, tidak jatuh hanya ditangan exco saja. Benar, bahwa arah pelayanan ini dipegang oleh exco, terutama ketua dan sekretaris jenderal, dan exco akan mempertanggung- jawabkan segala usaha yang sudah dilakukan selama satu tahun ini. Tetapi tujuan tahunan ini adalah tujuan tahunan yang kita rumuskan bersama, sebagai satu bentuk fokus yang ingin kita capai bersama. Visi ini juga adalah visi ISCF, visi kita bersama. Bukan pengurus (exco/subcomm) yang menjadi pengejar visi ini, bukan staff atau ASW, tetapi setiap dari kita, setiap dari inidividu yang tergabung di ISCF dan meyakini visi inilah yang harusnya mengejarnya.

Sudahkah kita berintegritas dan bersaksi dalam kehidupan sehari-hari?

Saya dan teman-teman exco akan membawakan pertanggungjawaban kami atas masa kepengurusan kami selama satu tahun ini, satu tahun yang penuh dengan berkat dan penyertaan Tuhan, dimana kami melihat betapa diberkatinya ISCF di NTU ini. Tetapi marilah sebelum datang ke AGM di tanggal 3 Mei 2008 nanti, masing-masing dari kita berpikir: “Sudahkah visi itu saya kejar? Sudahkah tujuan tahunan kita terwujud dalam diri saya dan ISCF? Sudahkah kita menjadi pelayan yang baik dari kasih karunia Allah?”

Apapun jawaban yang teman-teman temukan, berkat ataupun concern yang teman-teman miliki, inilah saatnya untuk kita meninjau kembali gerakan pelayanan mahasiswa yang sudah kita jalankan selama satu tahun ini. Saya mengundang teman-teman untuk datang dan bergabung dengan semua anggota ISCF yang lain untuk melihat, menilai dan meninjau kembali pelayanan ini. Saya mengajak saudara-saudara dalam Kristus untuk juga memikirkan setelah itu: “Apa yang selanjutnya harus kita kerjakan? Apa yang harusnya kita kerjakan tapi belum kita kerjakan? Apa yang Tuhan inginkan kita kerjakan?”

Di AGM nanti kita akan menentukan tujuan tahunan untuk satu tahun kedepan. Kita akan mencari apa yang Tuhan ingin kita kerjakan.

Tetapi sebentar.. Bukankah visi itu sendiri adalah apa yang harusnya kita kerjakan? Lalu apa signifikansi tujuan tahunan? Jangan-jangan tujuan tahunan malah menjadi hal yang menghalangi atau membuat kita lupa akan visi itu sendiri? Perlukah tujuan tahunan kita rumuskan?

Jawaban kami dari tim exco adalah perlu!

Tujuan tahunan tidak seharusnya menjadi hal yang menggantikan visi kita. Tujuan tahunan tidak boleh menggantikan visi kita. Sebaliknya, tujuan tahunan adalah pengidentifikasian kita terhadap apa yang seharusnya kita kerjakan selama satu tahun kedepan, untuk menjadi pedoman dalam kita mengejar visi ISCF untuk menjadi pemimpin yang serupa dengan Kristus!

Karena itulah kami menganggap tujuan tahunan masih diperlukan, supaya masing-masing dari kita mengerti, apa yang sebaiknya dan seharusnya kita kerjakan dan usahakan dalam mengejar visi itu.

Mari, saya mengajak kawan-kawan semua untuk bergabung dan berpikir bersama, tentang apa yang akan kita lakukan di dalam ISCF untuk satu tahun mendatang.

Soli Deo Gloria

American Idol Season 7... Only one left =__=

and there she goes... after last week shocking result of Michael Johns booting, now it's Kristy Lee Cook that receive the boot.... For this season, from all of the 12 finalist I have 3 favorites:

1. Michael Johns, I liked him ever since he sang "Bohemian Rhapsody" in the Holywood week and boy that was hot!

2. Kristy Lee Cook-- not because she's pretty but for her humble nature and faith. Sang "Amazing Grace" twice and that's was just enough to make me root for her haha..

3. David Archuleta. Okay.. Who don't like him? Adorable, fun, and sang "Imagine" with a heart-touching style. A great rendition over a song that placed on number 3 chart of Rolling Stone 500 greatest song of all time, that's what I call real guts!

And so... there is one left on the competition.. at least now I know who I will root for =P So... sit back and relax, hear the sounds of American Idol top 8 when they bravely sang "Shout to the Lord" on the show. That's one of the performance that I will always remember!

by the way.. Juventus won 3-0 ^^ happy..

Signifikansi Visi Pelayanan Mahasiswa

this article was originally written for Indonesian Students Christian Fellowship (ISCF) members. However, it can be a blessing for you who is curruntly struggling or thinking about your calling in this life :)

A. Peranan Visi di dalam pelayanan

Teman-teman, sebentar lagi setahun sudah kita jalani bersama Tuhan, dan kita akan menyongsong tahun ajaran yang baru, dan babak baru dalam pelayanan mahasiswa di ISCF ini. Kita telah menyaksikan kemurahan Allah, pemeliharaan-Nya dan berkat-Nya yang terus melimpah dalam kehidupan kita dan pelayanan kita.

Tetapi disamping semua itu, saya mengajak teman-teman sekerja untuk memikirkan kembali visi Allah yang sudah diberikan kepada kita di dalam ISCF ini. Saya mengajak teman-teman untuk meluangkan sedikit dari waktu yang kita punya, meskipun saya tahu cengkeraman exam sudah mendekat, untuk meninjau kembali ISCF selama setaun ini.

Sudahkah kita menjalankan visi yang diberikan Tuhan kepada ISCF? Apakah visi ini yang kita kerjakan selama satu tahun ini? Sudahkah kita benar-benar memahami signifikansi dari visi tersebut?

Dr. Samuel Escobar, General Director IVCF Amerika Serikat tahun 1972-1975 pernah berkata di buku “Our Heritage” bahwa:

“Salah satu bahaya besar yang dihadapi oleh pelayanan mahasiswa dan organisasi-organisasi Kristen lainnya adalah menjadi lembaga-lembaga yang kehilangan visi. Generasi penerus melanjutkan kegiatan yang ada namun kehilangan semangat yang mendasari kegiatan tersebut. Nama, dukungan keuangan dan program tetap ada, tetapi orang-orangnya tidak lagi berpegang pada visi yang sama dengan pendirinya. Mereka meneruskan tradisi hanya secara pasif, bukan karena mengalami sendiri dorongan dan pimpinan Roh Kudus. Akhirnya terjadi kekecewaan, kehilangan motivasi dan gerakan Kristen tersebut mengalami krisis atau bahkan kehancuran.”

Apakah visi itu masih tetap mendasari semangat dari pelayanan kita?

Visi bersifat menular, contagious, ditransmisikan dari pribadi lewat pribadi. Dalam tubuh Kristus, visi diterjemahkan sebagai kehendak Tuhan bagi kita, sehingga kita bersedia bekerja keras dan berkorban bagi-Nya.

Kita perlu menyadari bahwa pelayanan mahasiswa adalah bagian dari suatu realita yang lebih luas, yaitu Kerajaan Allah dan Umat Allah. Menyadari hal ini akan membuat kita bias memahami bahwa apa yang kita lakukan adalah hanya sebagian kecil dari pekerjaan Allah secara global. Tuhan bekerja di seluruh dunia pada setiap waktu dan tempat. Ini tidak berarti bahwa kita tidak penting, tetapi menolong kita untuk melihat apa yang kita kerjakan dalam perspektif yang benar.

Ketika kita berhasil, atau ketika kita “terjebak” di dalam comfort zone, kita bisa merasa puas diri dan lupa untuk terus berjuang. Padahal kita selalu ada di medan peperangan secara konstan. Masih banyak hal-hal di dunia ini yang tidak mencerminkan Allah. Kita masih harus terus bertanya kepada diri kita sendiri: “Apa peperangan sejati yang harus aku hadapi saat ini?”

Disinilah pentingnya pelayanan kita. Sampai generasi muda (kita) benar-benar merasakan tekanan tanggung jawab di pundak mereka, dan terdorong untuk sungguh-sungguh berdoa dan mencari kehendak Allah dalam pelayanan, kita tidak akan belajar menjadi pejuang yang baik.

B. Visi pelayanan kita

Visi ISCF adalah "menumbuhkembangkan pemimpin-pemimpin yang serupa dengan Kristus yang berperan strategis di tengah kampus, gereja, masyarakat, bangsa dan dunia bagi kemuliaan Allah"

Meskipun tiap-tiap bagian dari FES memiliki pengkalimatan visi yang berbeda-beda, tetapi pengkalimatan itu tetap didasari oleh visi dan semangat mula-mula keberadaan FES.

Dari semenjak awal, IFES adalah sebuah gerakan pekabaran Injil, yang visi mula-mulanya adalah sangat jelas, yaitu pekabaran Injil dan menghasilkan kesaksian yang didasarkan oleh Alkitab.

Ada banyak motivasi dari pelayanan pekabaran injil, tetapi motivasi yang paling kuat adalah untuk melihat nama Kristus ditinggikan dan Kerajaan-Nya datang. Mari kita mengingatkan diri kita masing-masing akan tujuan Allah secara menyeluruh

“Aku akan menunjukkan kebesaran-Ku dan kekudusan-Ku dan menyatakan diriku di depan bangsa-bangsa yang banyak dan mereka akan mengetahui bahwa Aku-lah TUHAN!” (Yeh 38:23)

C. Pentingnya pelayanan mahasiswa

Pelayanan mahasiswa betapapun menarik dan strategisnya, tidak pernah menjadi tujuan itu sendiri. Mahasiswa akan lulus, tetapi pertanyaannya adalah apakah kita sudah memperlengkapi mahasiswa (kita) untuk menghadapi dunia?

Untuk bisa mewujudkan itu, hal yang pertama harus diusahakan adalah mahasiswa harus terlebih dahulu mengenal Allah. Dari situlah kehidupan kita menjadi kesaksian yang berbeda. Berbeda karena kita mengenal Allah secara pribadi. Mahasiswa dan alumni akan dapat membagikan kabar baik tentang Kristus bagi orang-orang sejamannya dalam bentuk yang mudah dimengerti.

Bagaimanakah cara kita untuk memenangkan mahasiswa bagi Allah? Siapakah yang paling baik mengkomunikasikan kabar baik itu kepada dunia mahasiswa yang begitu membutuhkan? Tanpa diragukan adalah mahasiswa itu sendiri.

Kita percaya bahwa kehidupan mahasiswa adalah ladang yang sangat strategis, dimana kita bisa menjangkau mahasiswa-mahasiswa yang belum percaya, menginjili mereka, membawa mereka kepada Kristus dan menumbuhkembangkan jiwa pemimpin mereka, sehingga saat mereka lulus dan menjadi pemimpin di manapun mereka berada, mereka (dan kita tentunya) bias mencerminkan kemuliaan Allah disegala bidang.

Dr. Isabelo Magalit, seorang staff gerakan IVCF Filipina pernah berkata:

“Saya punya sebuah impian. Saya memimpikan bahwa dari dari dunia mahasiswa ini akan muncul secara terus menerus orang-orang yang mengasihi Tuhan Yesus lebih dari apapun dan membenci dosa lebih dari apapun.”

Menumbuhkembangkan pemimpin-pemimpin yang serupa dengan Kristus yang berperan strategis di tengah kampus, gereja, masyarakat, bangsa dan dunia bagi kemuliaan Allah.

Mahasiswa yang dijangkau oleh mahasiswa, membawa mereka kedalam terang Tuhan dan menumbuhkembangkan mereka sehingga saat mereka lulus, hidup mereka menjadi kesaksian yang hidup tentang Allah.

Bayangkan businessman yang takut akan Tuhan dimana setiap keputusannya mencerminkan kemuliaan Allah. Bayangkan jurnalis dan penulis sastra yang lewat tulisannya memberikan impact dengan membawa terang kepada dunia yang diselimuti dosa. Politisi Kristen yang tunduk kepada Allah dan memperjuangkan kebenaran dalam apa yang mereka lakukan. Sutradara dan produser film yang memberikan kesaksian lewat film-film mereka. Scientist yang lewat penemuan-penemuannya bisa menjadi kesaksian karena mengakui bahwa Allah yang besar itu yang menjadikan bumi dan segala isinya.

Sungguh, jika itu terwujud, terang kemuliaan Allah akan terus bersinar. Common point dari semuanya itu, kita bisa berani berkata bahwa kaum intelektual dan pemimpin datang dari universitas. Mahasiswa. Karena itulah kita mengusahakan pelayanan ini dengan tidak kenal lelah. Saat kita memiliki visi yang kuat, kita akan benar-benar mengusahakannya mati-matian.

Dietrich Bonhoeffer berkata bahwa “Ketika Kristus memanggil seseorang, Ia menawarkannya untuk datang dan mati”. Mati disini bisa secara jasmani maupun rohani, dimana kita menyangkal seluruh ego kita, dan mengusahakan kehendak Allah. Bukan lagi kita yang menjalankan visi itu tetapi visi itu yang menjalankan kita.

Tentu saja, panggilan yang Allah berikan kepada tiap-tiap orang adalah berbeda-beda. Tetapi jika teman-teman merasa bahwa Tuhan memang memanggil teman-teman untuk mengerjakan hal ini, mari, milikilah impian ini. Ambil bagian dan tempat anda di dalamnya. Berdiri dan masuk ke dalam barisan, untuk Kristus. Berikan kepada-Nya segala sesuatu yang sudah teman-teman dapat karena Ia layak mendapatkannya. Biarlah Ia ditinggikan di atas segala sesuatu. Amin!

No Juventus match last Sunday

sad... =____=

as the title imply.. the match between Juventus and Parma that was originally planned to be held last Sunday was cancelled due to an accident that involved a Parma fan, which caused his death. no detailed news has been released, but it seems that it was due to a traffic accident that involves juventini.. dunno anyway but may his soul rest in peace..

next match: Juve - Palermo!

let's see how good Amauri really is.. juve.. you better win this match! ^^

Forza Juve!

Facing the Giants

"There were two farmers in the land, and there was no rain for a long time. Because of that, the prayed real hard for a rain to pour down in their field. However, it turns out that only one of the two prepared the field for the rain. So, who was the real Christian to you?"

Sebuah kalimat yang cuma diucapkan sekali dalam film ini, Facing the Giants, yang baru-baru ini saya tonton bersama-sama dengan teman-teman. An interesting film, not a holywood level of film of course, but touching lives of all people who watched it. This was actually a great film to me. And a great blessing for all of us who watched it together.

Satu perenungan pribadi dalam hatiku waktu saya menonton film ini adalah, betapa seringnya kita berdoa dan berdoa, memohon berkat Tuhan, memohon pertolongan Tuhan, memohonkan kepadaNya supaya kita dilepaskan dari pencobaan. Tetapi Tuhan tidak (langsung) menjawabnya. Dan terlebih lagi, itu membuat kita bertanya-tanya, dimana Tuhan? (pertanyaan serupa yang dibahas buku 'Where is God in te messed up world?' yang baru-baru ini saya baca.. will be discussed in another time) Ujung-ujungnya kita patah arang.. mempertanyakan Tuhan dan kehendakNya.

It is funny that we humans are so weak. We don't see the true meaning of "perseverance" and we think more of "Our wish" rather than "God's will". We even sees God in our point of view, not by who He really are. We want Him to be what we wanted, but we missed the fact that our will is smeared by our sin. We are created for His glory, which made us and binds us to do what He want us to do, not do our version of "we think that it's what He wanted to do because it's comfortable for us". We rejected the idea of who God is that is different from what we wanted Him to be, showing how self centered our life really is.

"If we play (American) football to win, so what? We will be discussed over a period, and what happened in five or more years? No one will actually remember. If we play only to win, then it shows how self centered we are, how useless the philosophy of our (American) football"

Saatnya kita berbenah diri.

Sudahkah kita bertanya pada diri kita: Apakah kita sudah melihat Tuhan sebagai Tuhan yang benar-benar Dia? Apakah kita menuhankan Tuhan versi yang kita inginkan, tanpa melihat apa yang menjadi kehendakNya dalam kehidupan kita?

"If we win the game, we praise God. If we lose, we praise God. Winning or Losing, we do it for God. It is my hope to be able to become a blessing, a testimony to everyone around us, how great our God is"


We know, theoretically what to do. Tapi melakukannya dan mengetahui adalah dua hal yang sangat berbeda. Mengakui kedaulatan Tuhan dalam kehidupan kita, dan menyerahkan segala daya upaya kita kepadaNya, kedalam tangan dan kehendakNya. Melakukan segala sesuatu dengan 100% atau malah 110% karena kita melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, apalagi diri kita sendiri. That's what God want us to do!

Knowing, being, doing -- knowing is not enough. The scribes and pharisees knows about God, His propechy, the Messiah. They knows He did miraculous things that was never been performed before, beyond any imagination. Yet, they didn't believe in Him as a Messiah. No. The choose not to believe in Him. They don't want to accept Him as Messiah. The 'messiah' in their minds was someone strong. A royal family. A general that set them free from Romans. Not a saviour that will die on the shameful cross to atone for our sins. Even Peter was once disillusioned by this view. And guess what Jesus said after hearing it.

Let's do what God want us to do. What our reason for living, what we are here for.

Soli deo Gloria

thanks to Septian who worked and insisted so hard for the movie screening =)


There was a time when I lost my desire to write and to share. There was a time when I didn't see the point of doing a blog to express my thought. I am who I am though, inconsistent as I am in doing this blog, but I do want to share and I do long to write. Today I'm giving it another go. Fingers crossed. But I still wish that "Let there be light" is the message that I convey.
  • January 1st 2012, Kristo